BAB I
PENDAHULUAN
Dikalangan umum, terutama siswa sekolah dasar,
menengah, atas dan juga perguruan tinggi yang terjadi adalah belajar bukan
menjadi hal yang menyenangkan, bahkan ada dari sebagian yang menganggap belajar
merupakan beban, momok ataupun hal yang sangat membosankan. Inilah salah satu
faktor yang menjadi masalah yang terjadi dilapangan.
Kemudian seorang ilmuwan Bobbi DePorter
beserta teman-temannya mencoba mencairkan masalah dengan ditemukannya Quantum
Learning.Quantum Learning adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh
proses belajar yang dapatmempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat
belajar sebagai sesuatu untuk melakukan eksperimen yang disebut suggestology/
sugestopedia. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai latar belakang quantum
learning berikut dengan pengertiannya, tujuan, manfaat, metode dan
sebagainya.
Hal tersebut menjadikan Quantum Learning sangat
penting untuk dipelajari. Sebab Quantum Learning dapat keberhasilan dalam
proses pembelajaran. Namun keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari
cara dan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru kepada siswanya.
Terkadang, guru kurang memperhatikan siswanya, apakah siswanya bisa menerima
dan memahami materi yang disampaikannya atau tidak. Dengan mempelajari,
memahami dan juga menerapkan Quantum Learning didalam pembelajaran yang
dilakukan guru didalam kelas, maka belajar akan menjadi lebih menyenangkan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Latar Belakang Quantum Learning
Quantum Learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh
proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat
belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Quantum
Learning ini berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan
Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggesteologi.
Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi
belajar, dan setiap detail apapun memberikan sugesti positif atapun negatif.
Tokoh
utama dibalik Quantum Learning adalah Bobbi DePorter. Ia merupakan
pencetus dan pengembang utama Quantum Learning. Sejak tahun 1982
DePorter memanfaatkan dan mengembangkan gagasan Quantum Learning di
SuperCamp. Dengan dibantu oleh teman-temannya terutam Eric Jansen, Greg Simons,
Mike Hernacki, Mark Reardon dan Sarah Singer Nouric.
DePorter
secara terprogram dan terencana menguji coba gagasan-gagasan Quantum
Learning kepada para remaja di SuperCamp pada tahun1980-an. DePorter
menelaskan bahwa metode ini dibangun berdasarkan pengalaman dan penelitian
terhadap 2.500 siswa. Prinsip-prinsip metode Quantum Learning ini
dibentuk di SuperCamp.
Pada
tahap awal perkembangannya, Quantum Learning dimaksudkan untuk membantu
meningkatkan keberhasilan hidup dan karir para remaja dirumah, tetapi
lama-kelamaan orang menginginkan DePorter untuk mengadakan program-program
untuk Quantum Learning bagi orang tua siswa. Hal ini menunjukkan bahwa
falsafah dan metodologi pembelajaran yang bersifat umum, tidak secara khusus
diperuntukkan untuk pengajar disekolah.
B. Pengertian Quantum Learning
Quantum Learning adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh
proses belajar yang dapatmempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat
belajar sebagai sesuatu untuk melakukan eksperimen yang disebut suggestology/
sugestopedia.Quantum Learning merupakan seperangkat metode dan falsafah
belajar yang terbukti efektif untuk semua umur. Quantum learning menggabungkan sugesstology,
pemercepat belajar dan neurolinguistik (NLP) dengan teori, keyakinan
dan metode. Termasuk diantaranya konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan
strategi belajar yang lain:
1.
Teori otak kanan/kiri
2.
Teori triune ( 3 in 1)
3.
Pilihan modalitas ( visual, auditorial, dan kinestetik)
4.
Teori kecerdasan ganda
5.
Pendidikan holistik ( menyeluruh )
6.
Belajar berdasarkan pengalaman
7.
Belajar dengan simbol ( Metaphoric learning)
8.
Simulasi /permainan[1]
Quantum Learning juga dapatdiartikan
sebagai keseluruhan model yang mencakup kedua teori pendidikan dan pelaksanaan
dikelas dengan cepat. Ini menggambarkan praktek dasar penelitian terpadu yang
terbaik dalam pendidikan kedalam keseluruhan, yang membuat isi lebih bermakna
dan lebih relavan bagi kehidupan siswa. Quantum Learning menjadikan
mengajar dan belajar menjadi senangpada kegiatan penemuan. Ini membantu guru
menampilkan isi mereka yang merupakan sebuah jalan yang dapat menyertakan dan
memberdayakan siswa. Model ini juga memadukan belajar dengan kecakapan hidup,
menghasilkan siswa-siswa sebagai pelajar yang efektif selamanya dan bertanggung
jawab bagi pendidikannya sendiri.
Selain
itu Quantum Learningdapat diartikan interaksi yang mengubah energi
menjadi cahaya.[2]
Quantum Learning sebagai “ interaksi-interaksi yang mengubah cahaya”. Ineteraksi
akan timbul bila ada kekuatan dari energi. Kekuatanenergimerupakan bagian yang
sangat penting dari interaksi manusia. Dengan mengutip rumus klasik E = mc 2.
Diubahnya energi dan di analogikan tubuh manusia “ secara fisik adalah materi”.
Tubuh manusia secara fisik adalah materi, sebagai pelajar tujuannya adalah
untuk meraih sebanyak mungkin cahaya, interaksi, hubungan, inspirasi agar
menghasilkan energi cahaya. Karena Quantum Leaning menggabungkan suggestology,
teknik pmercepatan belajar dan NLP dengan teori, keyakinan dan metode.
Ada beberapa karakteristik quantum
learning yang harus dipahami, agar pembelajaran dapat berajalan dengan
benar. Adapun karakteritiknya adalah sebagai berikut:
1. Setiap
orang adalah pendidik dan sekaligus peserta didik, sehingga bisa saling
berfungsi sebagai fasilitator. Contohnya guru mau menerima masukan dari
muridnya dan sering saling bertukar informasi .
2. Belajar
akan sangat efektif jika dilakukan dalam suasana yang tidak terlalu formal,
penataan tempat duduk, penataan sinar atau cahaya yang baik sehingga siswa
merasa nyaman.
3. Setiap
orang mempunyai gaya belajar, cara kerja yang unik dan berbeda yang merupakan
pembawaan alamiah sehingga perlu mengubahnya. Dengan demikian perasaan nyaman
dan positif akan terbentuk dalam menerima informasi atau materi yang diberi
fasilitator.
4. Kunci
menuju kesuksesan model quantum learning adalah latar belakang musik
klasik atau instrumental yang telah terbukti memberikan pengaruh positif
terhadap pengaruh pembelajaran. Musik
klasik dapat meningkatkan kemampuan mengingat, mengurangi stres, meredakan
ketegangan, meningkatkan energi dan memberikan daya ingat.
C. Tujuan Quantum
Learning
1. Untuk
menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
2. Untuk
menciptakan proses belajar yang menyenangkan
3. Untuk
menyesuaikan kemampuan otak degan apa yang dibutuhkan oleh otak.
4. Untuk
membantu meningkatkan keberhasilan hidup.
5. Untuk
membantu mempercepat dalam pembelajaran.
D. Manfaat
Quantum Learning
1. Bersikap
positif
2. Motivasi
3. Keterampilan
belajar seumur hidup
4. Kepercayaan
diri
5. Sukses
[3]
E. Metode
Quantum Learning
Quantum
learning berakar dari upaya Dr. Georgi Lozanov, seorang pendidik
berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebutnya sebagai suggestology
atau suggestopedia. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti
mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap ditail apa pun memberikan
sugesti positif ataupun negatif. Beberapa teknik yang digunakannya untuk
memberikan sugesti positif adalah mendudukkan murid secara nyaman, memasang
musik latar didalam kelas, meningkatkan partisipasi individu, menggunakan
poster-poster untuk memberi kesan besar sambil menonjolkan informasi, dan
menyediakan guru-guru yang terlatih baik dalam seni pengajaran sugestif.
Istilah
lain yang dapat dipertukarkan dengan suggestology adalah pemercepatan
belajar ( accelerated learning ).pemercepatan belajar didefenisikan
sebagai memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan,
dengan upaya yang normal dan dibarengi kegembiraan. Cara ini menyatukan
unsur-unsur yang secara sekilas tampak
tidak mempunyai persamaan: hiburan, permainan, warna, cara berpikir positif,
kebugaran fisik dan kesehatan emosional. Namun semua unsur ini bekerja sama
untuk menghasilkan penglaman belajar yang efektif.[4]
Quantum
learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (
NLP ), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi.
Program ini meneliti hubungan atara bahasa dan perilaku dan dapat dipergunakan
untuk menciptakan jalinan pengertian antara siswa dan guru. Para pendidikan
dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif
untuk meningkatkan tindakan-tindakan yang positif-faktor penting untuk
merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan
dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang dan menciptakan pegangan
dari saat-saat keberhasilan yang meyakinkan.
Quantum
Learningmenggabungkan suggestology, teknik pemercepat belajar dan
NLP dengan teori, keyakinan dan metode tertentu. Quantum Learningberdasarkan
pada konsep “bawalah dunia mereka kedunia kita dan antarkan dunia kita kedunia mereka”.[5]
F. Keunggulan
dan Kelemahan QuantumLearning
Keunggulanquatum learning:
1. Pembelajaran kuantumberpangkal
pada psikologi kognotif, bukan fisika kuantummeskipun ada beberapa istikah dan
konsep kuantumdipakai.
2. Pembelajaran kuantummemusatkan
perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermkna, bukan sekedar transaksi
makna.
3. Pembelajaran kuantumsangat
menekankan pada pencerpatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi
4. Pembelajaran kuantumsangat
menentukan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan
atau keadaan yang dibuat-buat.
5. Pembelajaran kuantumsangat
menekankan kebermaknaan dan kebermutuan suatu proses pembelajaran.
6. Pembelajaran kuantummemiliki
model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
7. Pembelajaran kuantummemusatkan
perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup
dan prestasi fisikal atau material
8. Pembelajarab kuantummenempatkan
pada nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
9. Pembelajaran kuantummengutamakan
keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
10. Pembelajaran kuantummengintegrasikan
totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.
Berikut
ini dijelaskan 7 kunci keunggulan
1. Integritas
Bersikap jujur, tulus dan menyeluruh, selaras
dengan nilai-nilai yang ada pada diri masing-masing.
2. Kegiatan awal kesuksesan
Pahamilah bahwa kegagalan hanyalah memberikan informasi
yang Anda butuhkan untuk sukses.
3. Bicaralah dengan niat yang baik
Berbicaralah dengan pengertian positif dan bertanggung
jawablah untuk berkomunikasi yang jujur dan lurus.
4. Komitmen
Janji dan kewajiban, laksanakan visi dan lakukan apa yang
diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan.
5. Tanggung jawab
Bertanggung jawablah atas semua tindakan yang telah
diperbuat.
6. Sikap fleksibel
Bersikap terbuka terhadap perubahan baru yang dapat
membantu memperoleh hasil yang diinginkan.
7. Keseimbangan
Keselarasan pikiran, tubuh dan jiwa, sisikan waktu untuk
memelihara keduanya.
Kelemahan quantum learning:
1. Membutuhkan
pengalaman yang nyata.
2. Waktu
tidak cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar.
3. Kesulitan
mengidentifikasi keterampilan siswa.
G. Prinsip Quantum
Learning
1. Prinsip
utama pembelajaran quantum learning: bawalah dunia mereka (siswa)
kedalam dunia kita (pengajar), dan antarkan dunia kita (pengajar) kedalam dunia
mereka (siswa).
2. Dalam
pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa pembelajaran merupakan
permainan orkestra simfoni. Prinsip dasar ini ada lima macam:
a. Ketahuilah
bahwa segalanya berbicara:
Dalam
pembelajaran kuantum, segala sesuatu mulai dari lingkungan pembelajaran sampai
guru, mulai kertas yang dibagikan oleh pengaja sampai dengan rancangan
pembelajaran, semuanya mengirim pesan tetang pembelajaran.
b. Ketahuilah
bahwa segalanya bertujuan:
semua
yang terjadi dalam proses pengubahan energi menjadi cahaya mempunyai tujuan.
c. Sadarilah
bahwa pengalaman mendahului penamaan:
Proses
pembelajaran paling baik terjadi ketika pembelajaran telah mengalami informasi
sebelum mereka memperoleh makna untuk apa yang mereka pelajari.
d. Akuilah
setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran:
Pembelajaran
atau belajar selalu mengandung resiko besar.
e. Sadarilah
bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan:
Segala
sesuatu dipelajari sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.
3. Dalam
pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa
pembelajaran lurus berdampak bagi terbentuknya keunggulan. Dengan kata
lain pembelajaran perlu diartikan sebagai pembentukan keunggulan. Oleh karena
itu, keunggulan ini bahkan telah dipandang sebagai jantung fondasi pembelajaran
kuantum. Ada 8 prinsip keunggulan, yang juga disebut 8 kunci keunggulan yang
diyakini dalam pembelajaran kuantum. Delapan kunci prinsip keunggulan itu
sebagai berikut:
a. Terapkanlah
hidup dalam integritas, dalam pembelajaran bersikaplah apa adanya, tulus dan
menyeluruh yang lahir ketika nilai-nilai dan perilaku kita menyatu.
b. Akuilah
kegagalan dapat membawa kesuksesan, dalam pembelajaran kita harus megerti dan
mengakui bahwa kesalahan atau kegagalan dapatt memberikan informasi informasi kepada kita yang diperlukan untuk
belajar lebih lanjut sehingga kita dapat berhasil.
c. Berbicaralah
dengan niai baik, dalam pembelajaran perlu dikembangkan keterampilan berbicara
dalam arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi yang jujur dan
langsung.
d. Tegaskanlah
komitmen, dalam pembelajaran baik pengajar maupun pembelajaran harus mengikuti
visi-misi tanpa ragu-ragu, tetap pada rel yang telah ditetapkan.
e. Jadilah
pemilik, dalam pembelajaran harus ada tanggung jawab. Tanpa tanggung jawab
tidak mungkin terjadi pembelajaran yang bermakna dan bermutu.
f. Tetaplah
lentur, dalam pembelajaran pertahanan kemampuan untuk mengubah yang sedang
dilakukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Pembelajaran lebih-lebih
harus pandai membaca lingkungan dan suasana dan harus pandai-pandai mengubah
lingkungan dan suasana bilamana diperlukan.
g. Pertahankanlah
keseimbangan, dalam pembelajaran pertahanan jiwa, tubuh, emosi dan semangat
dalam satu kesatuan dan kesejajaran agar proses dan hasil pembelajaran yang
efektif dan optimal.
H. Model-model
Pembelajaran Quantum Learning
1. Peta
Konsep
Peta
konsep sebagai teknik belajar efektif. Peta konsep disini lebih menunjukkan
pada ide-ide pikiran sebagai catatan dalam grafis sebagai salah satu teknik
belajar efektif. Peta konsep berupa ide pemikiran yang dituangkan dalam bentuk
gambaran atau grafik.
Menurut
Nacy Murgilulier yang dikutip Rose dan Nicholl menyatakan bahwa sebelum belajar
kita memvisualisasikan gambar dengan pikiran kita dan mengaitkannya dengan
konsep-konsep.
Langkah-langkah
teknik penggunaan peta menurut Rose Nicholl:
a. Mulai
dengan topik ditengah halaman
Tulislah
gagasan utama ditengah-tengah halaman kertas dan lingkupilah dengan segitiga atau bentuk-bentuk lain, sehingga kita terdorong untuk mendefinisikan gagasan inti subjek yang
dipelajari sebagai titik awal yang efektif.
b. Buat
cabang-cabangnya
Tambahkan
cabang keluar untuk setiap poin diatas gagasab utama antara lima atau tujuh
cabang jangan terlalu banyak.
c. Gunakan
kata kunci
Kata
kunci adalah kata yang menyampaikan isi sebuah gagasan dan memudahkan memicu
ingatan, misalnya:
1). Tambahkan simbol-simbol dan
ilustrasi yang berguna agar mendapatkan ingatan yang lebih baik.
2). Gunakan huruf kapital.
3). Tulis gagasan penting
dengan huruf yang lebih besar.
4). Hidupkanlah peta pikiran
Anda dengan hal-hal yang menarik.
5). Garis bawahi kata itu atau
gunakan huruf bercatak miring atau tebal.
6). Bersiaplah untuk menjadi
kreatif dan berani.
d. Lakukan
sendiri dan jangan takut salah atau jelek, gunakan sebanyak mungkin gambar yang
memang membantu pemahaman Anda sendiri. Dapat Anda lakukan dengan cara:
1). Gunakan bentuk-bentuk acak untuk gagasan
sendiri.
2). Buatlah peta konsep secara
horizontal, agar dapa ruang bagi gagasan Anda.
Adapun
cara pengajaran peta konsep dapat juga dilakukan secara klasikal, bila
menggunakan konsep ini perlu disajikan dengan metode tugas kerja kelompok.
Adapun contoh langkah-langkanhya adalah sebagai berikut:
1). Guru melakukan apresiasi
dengan petanyaan pada materi model-model pembelajaran.
2). Gunakan pertanyaan tentang
dimensi-dimensi atau cakupan materi dari model-model pembelajaran.
3). Sambil bertanya, guru
mencoba mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep.
4). Perbaiki peta konsep yang
belum terstruktur.
5). Setelah gambar peta konsep
jadi di papan tulis, guru meminta siswa untuk membuat peta konsep secara
berkelompok berdasarkan sub-sub materi yang ada.
6). Guru membagi siswa menjadi
beberapa kelompok, kemudian sisiwa melakukan kerja kelompok untuk membuat peta
konsep. Untuk itu diberikan batas waktu misalnya 10-15 menit. Jika siswa sudah
terbiasa membuat peta konsep, sisiwa sudah dapat ditugaskan secara individu
atau kelompok kecil.
7). Selama siswa menyusun peta
konsep, guru berkeliling untuk memberikan penjelasan jika ada kelompok yang
bertanya.
8). Guru meminta siswa untuk
membuat matrik konsep pengelompokkan dan atributnya.
9). Setelah selesai wakil-wakil
kelompok diperintahkan untuk maju mempresentasikan, sementara elompok lain
diberikan kesempatan untuk menanggapi dan memberikan masukan.
10). Jika diperlukan, guru
memberikan penjelasan tentang materi yang belum dipahami siswa.
11). Berikan masukan terhadap
hasil pekerjaan siswa.
12). Berikanlah siswa untuk
memberikan masukan terhadap cara pebelajaran guru sebagai evaluasi untuk
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
2. Teknik
Memori
a. Teknik
memori adalah teknik memasukkan informasi kedalam otak sesuai dengan cara kerja
otak. Dalam teknik ini diperlukan meningkatkan efektivitas dan efisiensi otak
dalam menyerap dan menyimpan informasi. Daya ingat dapat ditingkatkan dan otak
suka dengan hal yang bersifat:
1). Berlebihan/ tidak masuk akal.
2). Penuh warna.
3). Melibatkan emosi.
4).
Melibatkan irama atau musik.
5). Tindakan aktif.
6). Gambar tiga dimensi dan hidup.
7). Menggunakan
asosiasi.
8). Imajinasi.
9). Humor.
10). Simbol.
11). Nomor
dan urutan.
b. Teknik memori memiliki hambatan yaitu orang tua atau
guru menganggap konyol jika kita berpikir tidak masuk akal. Namun cara ini
dangat efektif karena otak kita menyimoan gambar dan makna. Dalam teknik ini
dapat dibedakan menjadi:
1.) Melatih
imajinasi
Sekarang coba Anda lakukan sambil menutup
mata, coba bayangkan dalam pikiran Anda hal-hal berikut ini:
a) Bayangkan sebuah baju kaos tanpa kerah,
berwana merah dan mempunyai satu saku dibagian tengah.
b) Sekarang bayangkan baju kaos ini membesar
sampai lima kali dari ukuran semula.
c) Bayangkan baju kaos ini mempunyai kepala, kaki
dan tangan.
d) Bayangkan abju kaos ini mengajak Anda
berbicara, berkenalan dengan Anda.
e) Bayangkan Anda mendengar baju kaos itu berkata
“Hai... Pak Dosen apakabar hari ini?, senang berkenalan dengan Anda, siapa nama
Anda?. Jika kita dapat melatih imajinasi berarti otak kanan aktif dengan baik.
Untuk mencapai hasil yang maksimal perlu memberdayakan dan menyeimbangkan
penggunaan otak kiri dan kanan.
2. Teknik
rantai kata
Teknik
ini menggunakan cara menyambung ataumerantai kata menjadi cerita yang mudah
kita hafalkan. Syarat yang harus dilakukan dalam pembuatan crita pendek adalah:
a) Buatlah cerita yang berisi aksi atau tindakan.
b) Hindari perubahan bentuk karena akan
mengacaukan urutan kata yang dihafal dan kurang menarik bagi otak.
c) Jangan menambah objek lain.
d) Buat cerita yang sependek mungkin karena akan
semakin baik dan efektif.
e) Bayangkan gambar dari objek cerita.
Teknik ini adalah melatih merangkai membuat
kalimat/ cerita dari kata-kata yang sudah ada. Contoh semesta, variabel,
konstanta, fungsi dan persamaan.
3. Teknik
plesetan kata
Teknik
plesetan kata yaitu menggantikan kata sulit yang ingin kita hafal dengan kata
yang lain yang bunyinya mirip atau lucu.
4. Sistem
pasak lokasi.
Sistem
pasak lokasi yaitu teknik mengakses dan mengaktifkan memori semantik dan
episodik, saat berusaha menghafal maka yamg aktif adalah memori semantik.
Informasi ang kita dapat kemudian digantungkan pada posisi yang berati
mengaktifkan beberapa memori episodik. Dalam memilih lokasi seharusnya
lokasinya sudah dikenal agar tidak salah mengingat apa yang masuk dalam memori.
Jumlah lokasi tergnatung pada kata yang dihafal. Untuk menentukan kekuatan
informasi pada memori tergantung pada dua hal:
a) Sebarapa baik Anda menentukan alur lokasi.
-
Seberapa banyak visualisasi yang telah dilakukan,
misalnya Anda meminta kepada siswa untuk menghapal nama hewan yang dilindungi
di Indonesia seperti Bangau Hitam, Biawak, Kepodang, Harimau Sumatera, Komodo,
Kakak Tua Raja, Orang Utan dan Jalak Putih. Karena ada delapan data, maka
membutuhkan delapan lokasi yang berguna mempermudah siswa dalam menghapalnya.
Misalnya lokasinya di rumah dan sekitarnya, dapat langsung di masukkan data
tersebut ke dalam kalimat yang menyangkut rumah dan sekitarnya. Untuk lebih
lengkapnya yakni jalan di depan rumah, pintu pagar rumah, halaman depan rumah, pintu masuk utama, ruang tamu, tembok diruang tamu, ruang keluarga dan halaman belakang rumah.
Untuk itu Anda harus memberikan penjelasan
kepada siswa untuk membayangkan hal berikut ini ketika pulang kerumah. Dalam
proses masuk kerumah, maka akan membayangkan hal berikut:
-
Bayangkan ada seekor Bangau Hitam yang berdiri di jalan
depan rumah.
-
Pada pintu pagar rumah ada seekor biawak.
-
Dihalaman depan rumah hinggap seekor Kepodang
-
Saat mau masuk kerumah di jaga oleh Harimau Sumatera yang
sedang mengaum.
-
Di ruang tamu ada miniatur berbentuk Komodo.
-
Di tembok ruang tamu ada lukisan burung Kakak Tua Raja.
-
Di belakang rumah ada Orang Utan dan Jalak Putih.
5. Teknik
Akrostik ( Jembatan Keledai )
Teknik
Akrostik adalah teknik menghafal dengan mengambil huruf depan dari materi yang
ingin diingat dan kemudian digabungkan hingga menjadi singkatan atau kata atau
kalimat yang lucu dan unik.
Misalnya:
- Mejikuhibiniu ( Merah,
Jingga, Kuning, Biru, Nila dan Ungu ).
-
Bajuditoqo ( Ba, Jim, Dal, Tho dan Qof ), merupakan huruf
qolqolah.
-
Cewek sinting genit senang pelembungan, ( C, Si, Gn, Sn
dan Pb) merupakan nama-nama senyawa unsur kimia golongan IV A.
I. Kerangka
Rancangan Belajar Quantum Learning
1. Tumbuhkan
Tumbuhkan
minat, motivasi, empati, simpati dan harga diri dengan memuaskan dan
menjelaskan manfaatnya bagi siswa.
2. Alami
Hadirkan
pengalaman umum yang dapat dimengerti dan dipahami semua siswa.
3. Namai
Sediakan
kata kunci, konsep, model, rumus dan strategi sebuah masukan.
4. Demonstrasikan
Sediakan
bagi siswa untuk menunjukkan bahwa mereka tahu dan ingat setiap siswa memilki
cara yang berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan.
5. Ulangi
Tunjukkan
siswa cara-cara mengulang materidan menegaskan “ Aku tahu dan memang tahu ini
”. Sekaligus berikan kesimpulan.
6. Rayakan
Pengakuan
untuk penyelesaian, partisipasi dan pemerolehan keterampilan dan ilmu
pengetahuan.
Contoh Skenario Model Quantum Learning
Kegiatan Pendahuluan:
1. Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan
pada materi model-model pembelajaran.
2. Memberikan pertanyaan kepada siswa tentang
cakupan materi model-model pembelajaran.
Kegiatan Inti:
1. Mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta
konsep.
2. Memperbaiki peta konsep yang belum
terstruktur.
3. Setelah peta konsep secara berkelompok
berdasarkan sub-sub meteri.
4. Menjadi siswa menjadi beberapa kelompok,
kemudian siswa kerja kelompok untuk membuat peta konsep.
5. Guru keliling untuk memberi penjelasan jika
ada kelompok yang bertanya jika selama siswa menyusun peta konsep.
6. Wakil-wakil kelompok maju untuk
mempresentasikan hasil kerjanya, semetara itu kelompok lain diberi kesempatan
untuk memberi tanggapan dan masukan.
7. Menjelaskan tentang materi yang belum dipahami
siswa.
Kegiatan Penutup:
1. Memberikan masukan tentang hasil pekerjaan
siswa.
2. Protest.
3. Memberi kesempatan kepada siswa untuk
memberikan masukan tentang cara
pembelajaran yang dilakukan guru sebagai evaluasi untuk pembelajaran pada
pertemuan selanjutnya.[6]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Quantum
Learning adalah suatu model pembelajaran yang mnekankan pada pemberian
sugesti dan dituntut mempu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan serta
efektif. Quantum Learning dapat memungkinkan siswa untuk belajar dengan
kecepatan yang mengesankan dengan upaya yang normal dan dibarengi dengan
kegembiraan.
Kelebihan
dari penggunaan quantum learning adalah membiasakan siswa untuk melatih
kreativitas sehingga siswa dapat menciptakan suatu produk kreatif yang dapat
bermanfaat bagi diri dan lingkungannya, emosi sangat diperlukan untuk
menciptakan motivasi belajar yang tinggi. Motivasi yang tinggi dapat menambah
kepercayaan diri siswa, sehingga siswa tidak ragu dan malu serta mau
mengembangkan potensi-potensi yang terdapat dalam dirinya.
Kekurangan
dari penggunaan metode quantum learning adalah penggunaan waktu dalam
pembelajaran membutuhkan banyak pengalaman, waktu yang lama dan sulit untuk
mengidentifikasi keterampilan siswa.
Adapun
prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi “bawalah dunia mereka ( siswa )
kedalam dunia kita ( pengajar ). Selain prinsip quantum learning mempunyai
manfaat akan membentuk sikap yang positif, menimbulkan motivasi, keterampilan
belajar seumur hidup, menumbuhkan rasa kepercayaan diri dan manfaat yang selalu
diinginkan oleh semua orang adalah mendapatkan kesuksesan.
DAFTAR PUSTAKA
Bobbi DePorter & Mike Hernacki, Quantum
Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan,( Bandung: Kaifa,
Cetakan ke VII 2000)
Bobbi Deporter & Mike Hernacki, Quantum
Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan,(Bandung: Kaifa, Cetakan ke XXIX Agustus 2011)
[1]Bobbi Deporter & Mike Hernacki, Quantum Learning Membiasakan Belajar
Nyaman dan Menyenangkan,(Bandung: Kaifa, Cetakan ke XXIX Agustus 2011), hlm.15-16
[4]DePorter & Hernacki dalam Alwiyah Aburrahma, Quantum Learning,(Bandung:Kaifa,
Cetakan ke VII 2000),hlm.14
[5]Bobbi DePorter & Mike Hernacki, Quantum Learning ( Bandung:
Kaifa, Cetakan ke VII 2000), hlm.17
diakses pada 22/02/16 pukul 23: 27