Rabu, 14 Maret 2018

Makalah Pengertian Quantum Learning

BAB I
PENDAHULUAN
          Dikalangan umum, terutama siswa sekolah dasar, menengah, atas dan juga perguruan tinggi yang terjadi adalah belajar bukan menjadi hal yang menyenangkan, bahkan ada dari sebagian yang menganggap belajar merupakan beban, momok ataupun hal yang sangat membosankan. Inilah salah satu faktor yang menjadi masalah yang terjadi dilapangan.
Kemudian seorang ilmuwan Bobbi DePorter beserta teman-temannya mencoba mencairkan masalah dengan ditemukannya Quantum Learning.Quantum Learning adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapatmempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai sesuatu untuk melakukan eksperimen yang disebut suggestology/ sugestopedia. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai latar belakang quantum learning berikut dengan pengertiannya, tujuan, manfaat, metode dan sebagainya.
Hal tersebut menjadikan Quantum Learning sangat penting untuk dipelajari. Sebab Quantum Learning dapat keberhasilan dalam proses pembelajaran. Namun keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari cara dan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru kepada siswanya. Terkadang, guru kurang memperhatikan siswanya, apakah siswanya bisa menerima dan memahami materi yang disampaikannya atau tidak. Dengan mempelajari, memahami dan juga menerapkan Quantum Learning didalam pembelajaran yang dilakukan guru didalam kelas, maka belajar akan menjadi lebih menyenangkan.





BAB II
PEMBAHASAN
A.      Latar Belakang Quantum Learning
          Quantum Learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Quantum Learning ini berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggesteologi. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail apapun memberikan sugesti positif atapun negatif.
            Tokoh utama dibalik Quantum Learning adalah Bobbi DePorter. Ia merupakan pencetus dan pengembang utama Quantum Learning. Sejak tahun 1982 DePorter memanfaatkan dan mengembangkan gagasan Quantum Learning di SuperCamp. Dengan dibantu oleh teman-temannya terutam Eric Jansen, Greg Simons, Mike Hernacki, Mark Reardon dan Sarah Singer Nouric.
            DePorter secara terprogram dan terencana menguji coba gagasan-gagasan Quantum Learning kepada para remaja di SuperCamp pada tahun1980-an. DePorter menelaskan bahwa metode ini dibangun berdasarkan pengalaman dan penelitian terhadap 2.500 siswa. Prinsip-prinsip metode Quantum Learning ini dibentuk di SuperCamp.
            Pada tahap awal perkembangannya, Quantum Learning dimaksudkan untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir para remaja dirumah, tetapi lama-kelamaan orang menginginkan DePorter untuk mengadakan program-program untuk Quantum Learning bagi orang tua siswa. Hal ini menunjukkan bahwa falsafah dan metodologi pembelajaran yang bersifat umum, tidak secara khusus diperuntukkan untuk pengajar disekolah.
B.        Pengertian Quantum Learning
          Quantum Learning adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapatmempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai sesuatu untuk melakukan eksperimen yang disebut suggestology/ sugestopedia.Quantum Learning merupakan seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti efektif untuk semua umur. Quantum learning menggabungkan sugesstology, pemercepat belajar dan neurolinguistik (NLP) dengan teori, keyakinan dan metode. Termasuk diantaranya konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan strategi belajar yang lain:
1.           Teori otak kanan/kiri
2.           Teori triune ( 3 in 1)
3.           Pilihan modalitas ( visual, auditorial, dan kinestetik)
4.           Teori kecerdasan ganda
5.           Pendidikan holistik ( menyeluruh )
6.           Belajar berdasarkan pengalaman
7.          Belajar dengan simbol ( Metaphoric learning)
8.          Simulasi /permainan[1]
    Quantum Learning juga dapatdiartikan sebagai keseluruhan model yang mencakup kedua teori pendidikan dan pelaksanaan dikelas dengan cepat. Ini menggambarkan praktek dasar penelitian terpadu yang terbaik dalam pendidikan kedalam keseluruhan, yang membuat isi lebih bermakna dan lebih relavan bagi kehidupan siswa. Quantum Learning menjadikan mengajar dan belajar menjadi senangpada kegiatan penemuan. Ini membantu guru menampilkan isi mereka yang merupakan sebuah jalan yang dapat menyertakan dan memberdayakan siswa. Model ini juga memadukan belajar dengan kecakapan hidup, menghasilkan siswa-siswa sebagai pelajar yang efektif selamanya dan bertanggung jawab bagi pendidikannya sendiri.
    Selain itu Quantum Learningdapat diartikan interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.[2] Quantum Learning sebagai “ interaksi-interaksi yang mengubah cahaya”. Ineteraksi akan timbul bila ada kekuatan dari energi. Kekuatanenergimerupakan bagian yang sangat penting dari interaksi manusia. Dengan mengutip rumus klasik E = mc 2 Diubahnya energi dan di analogikan tubuh manusia “ secara fisik adalah materi”. Tubuh manusia secara fisik adalah materi, sebagai pelajar tujuannya adalah untuk meraih sebanyak mungkin cahaya, interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya. Karena Quantum Leaning menggabungkan suggestology, teknik pmercepatan belajar dan NLP dengan teori, keyakinan dan metode.
    Ada beberapa karakteristik quantum learning yang harus dipahami, agar pembelajaran dapat berajalan dengan benar. Adapun karakteritiknya adalah sebagai berikut:
1.         Setiap orang adalah pendidik dan sekaligus peserta didik, sehingga bisa saling berfungsi sebagai fasilitator. Contohnya guru mau menerima masukan dari muridnya dan sering saling bertukar informasi .
2.         Belajar akan sangat efektif jika dilakukan dalam suasana yang tidak terlalu formal, penataan tempat duduk, penataan sinar atau cahaya yang baik sehingga siswa merasa nyaman.
3.         Setiap orang mempunyai gaya belajar, cara kerja yang unik dan berbeda yang merupakan pembawaan alamiah sehingga perlu mengubahnya. Dengan demikian perasaan nyaman dan positif akan terbentuk dalam menerima informasi atau materi yang diberi fasilitator.
4.         Kunci menuju kesuksesan model quantum learning adalah latar belakang musik klasik atau instrumental yang telah terbukti memberikan pengaruh positif terhadap pengaruh  pembelajaran. Musik klasik dapat meningkatkan kemampuan mengingat, mengurangi stres, meredakan ketegangan, meningkatkan energi dan memberikan daya ingat.

C.      Tujuan Quantum Learning
1.         Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
2.         Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan
3.         Untuk menyesuaikan kemampuan otak degan apa yang dibutuhkan oleh otak.
4.         Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup.
5.         Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran.

D.      Manfaat Quantum Learning
1.         Bersikap positif
2.         Motivasi
3.         Keterampilan belajar seumur hidup
4.         Kepercayaan diri
5.         Sukses [3]

E.      Metode Quantum Learning
            Quantum learning berakar dari upaya Dr. Georgi Lozanov, seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebutnya sebagai suggestology atau suggestopedia. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap ditail apa pun memberikan sugesti positif ataupun negatif. Beberapa teknik yang digunakannya untuk memberikan sugesti positif adalah mendudukkan murid secara nyaman, memasang musik latar didalam kelas, meningkatkan partisipasi individu, menggunakan poster-poster untuk memberi kesan besar sambil menonjolkan informasi, dan menyediakan guru-guru yang terlatih baik dalam seni pengajaran sugestif.
            Istilah lain yang dapat dipertukarkan dengan suggestology adalah pemercepatan belajar ( accelerated learning ).pemercepatan belajar didefenisikan sebagai memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal dan dibarengi kegembiraan. Cara ini menyatukan unsur-unsur  yang secara sekilas tampak tidak mempunyai persamaan: hiburan, permainan, warna, cara berpikir positif, kebugaran fisik dan kesehatan emosional. Namun semua unsur ini bekerja sama untuk menghasilkan penglaman belajar yang efektif.[4]
            Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik ( NLP ), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan atara bahasa dan perilaku dan dapat dipergunakan untuk menciptakan jalinan pengertian antara siswa dan guru. Para pendidikan dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan yang positif-faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang dan menciptakan pegangan dari saat-saat keberhasilan yang meyakinkan.
            Quantum Learningmenggabungkan suggestology, teknik pemercepat belajar dan NLP dengan teori, keyakinan dan metode tertentu. Quantum Learningberdasarkan pada konsep “bawalah dunia mereka kedunia kita dan antarkan dunia kita kedunia mereka”.[5]

F.      Keunggulan dan Kelemahan QuantumLearning
Keunggulanquatum learning:
1.         Pembelajaran kuantumberpangkal pada psikologi kognotif, bukan fisika kuantummeskipun ada beberapa istikah dan konsep kuantumdipakai.
2.         Pembelajaran kuantummemusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermkna, bukan sekedar transaksi makna.
3.         Pembelajaran kuantumsangat menekankan pada pencerpatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi
4.         Pembelajaran kuantumsangat menentukan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
5.         Pembelajaran kuantumsangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan suatu proses pembelajaran.
6.         Pembelajaran kuantummemiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
7.         Pembelajaran kuantummemusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup dan prestasi fisikal atau material
8.         Pembelajarab kuantummenempatkan pada nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
9.         Pembelajaran kuantummengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
10.       Pembelajaran kuantummengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.
            Berikut ini dijelaskan 7 kunci keunggulan
1.      Integritas
Bersikap jujur, tulus dan menyeluruh, selaras dengan nilai-nilai yang ada pada diri masing-masing.
2.      Kegiatan awal kesuksesan
Pahamilah bahwa kegagalan hanyalah memberikan informasi yang Anda butuhkan untuk sukses.
3.      Bicaralah dengan niat yang baik
Berbicaralah dengan pengertian positif dan bertanggung jawablah untuk berkomunikasi yang jujur dan lurus.
4.      Komitmen
Janji dan kewajiban, laksanakan visi dan lakukan apa yang diperlukan  untuk menyelesaikan pekerjaan.
5.      Tanggung jawab
Bertanggung jawablah atas semua tindakan yang telah diperbuat.
6.      Sikap fleksibel
Bersikap terbuka terhadap perubahan baru yang dapat membantu memperoleh hasil yang diinginkan.
7.      Keseimbangan
Keselarasan pikiran, tubuh dan jiwa, sisikan waktu untuk memelihara keduanya.
Kelemahan quantum learning:
1.         Membutuhkan pengalaman yang nyata.
2.         Waktu tidak cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar.
3.         Kesulitan mengidentifikasi keterampilan siswa.

G.      Prinsip Quantum Learning
1.         Prinsip utama pembelajaran quantum learning: bawalah dunia mereka (siswa) kedalam dunia kita (pengajar), dan antarkan dunia kita (pengajar) kedalam dunia mereka (siswa).
2.         Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa pembelajaran merupakan permainan orkestra simfoni. Prinsip dasar ini ada lima macam:
a.         Ketahuilah bahwa segalanya berbicara:
            Dalam pembelajaran kuantum, segala sesuatu mulai dari lingkungan pembelajaran sampai guru, mulai kertas yang dibagikan oleh pengaja sampai dengan rancangan pembelajaran, semuanya mengirim pesan tetang pembelajaran.
b.         Ketahuilah bahwa segalanya bertujuan:
            semua yang terjadi dalam proses pengubahan energi menjadi cahaya mempunyai tujuan.
c.         Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan:
            Proses pembelajaran paling baik terjadi ketika pembelajaran telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh makna untuk apa yang mereka pelajari.
d.         Akuilah setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran:
            Pembelajaran atau belajar selalu mengandung resiko besar.
e.         Sadarilah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan:
            Segala sesuatu dipelajari sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.
3.         Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa  pembelajaran lurus berdampak bagi terbentuknya keunggulan. Dengan kata lain pembelajaran perlu diartikan sebagai pembentukan keunggulan. Oleh karena itu, keunggulan ini bahkan telah dipandang sebagai jantung fondasi pembelajaran kuantum. Ada 8 prinsip keunggulan, yang juga disebut 8 kunci keunggulan yang diyakini dalam pembelajaran kuantum. Delapan kunci prinsip keunggulan itu sebagai berikut:
a.         Terapkanlah hidup dalam integritas, dalam pembelajaran bersikaplah apa adanya, tulus dan menyeluruh yang lahir ketika nilai-nilai dan perilaku kita menyatu.
b.         Akuilah kegagalan dapat membawa kesuksesan, dalam pembelajaran kita harus megerti dan mengakui bahwa kesalahan atau kegagalan dapatt memberikan informasi  informasi kepada kita yang diperlukan untuk belajar lebih lanjut sehingga kita dapat berhasil.
c.         Berbicaralah dengan niai baik, dalam pembelajaran perlu dikembangkan keterampilan berbicara dalam arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi yang jujur dan langsung.
d.         Tegaskanlah komitmen, dalam pembelajaran baik pengajar maupun pembelajaran harus mengikuti visi-misi tanpa ragu-ragu, tetap pada rel yang telah ditetapkan.
e.         Jadilah pemilik, dalam pembelajaran harus ada tanggung jawab. Tanpa tanggung jawab tidak mungkin terjadi pembelajaran yang bermakna dan bermutu.
f.          Tetaplah lentur, dalam pembelajaran pertahanan kemampuan untuk mengubah yang sedang dilakukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Pembelajaran lebih-lebih harus pandai membaca lingkungan dan suasana dan harus pandai-pandai mengubah lingkungan dan suasana bilamana diperlukan.
g.         Pertahankanlah keseimbangan, dalam pembelajaran pertahanan jiwa, tubuh, emosi dan semangat dalam satu kesatuan dan kesejajaran agar proses dan hasil pembelajaran yang efektif dan optimal.

H.      Model-model Pembelajaran Quantum Learning
1.         Peta Konsep
            Peta konsep sebagai teknik belajar efektif. Peta konsep disini lebih menunjukkan pada ide-ide pikiran sebagai catatan dalam grafis sebagai salah satu teknik belajar efektif. Peta konsep berupa ide pemikiran yang dituangkan dalam bentuk gambaran atau grafik.
            Menurut Nacy Murgilulier yang dikutip Rose dan Nicholl menyatakan bahwa sebelum belajar kita memvisualisasikan gambar dengan pikiran kita dan mengaitkannya dengan konsep-konsep.
            Langkah-langkah teknik penggunaan peta menurut Rose Nicholl:
a.         Mulai dengan topik ditengah halaman
            Tulislah gagasan utama ditengah-tengah halaman kertas dan lingkupilah dengan segitiga atau bentuk-bentuk lain, sehingga kita terdorong untuk mendefinisikan gagasan inti subjek yang dipelajari sebagai titik awal yang efektif.
b.         Buat cabang-cabangnya
            Tambahkan cabang keluar untuk setiap poin diatas gagasab utama antara lima atau tujuh cabang jangan terlalu banyak.
c.         Gunakan kata kunci
            Kata kunci adalah kata yang menyampaikan isi sebuah gagasan dan memudahkan memicu ingatan, misalnya:
1).        Tambahkan simbol-simbol dan ilustrasi yang berguna agar mendapatkan ingatan yang lebih baik.
2).        Gunakan huruf kapital.
3).        Tulis gagasan penting dengan huruf yang lebih besar.
4).        Hidupkanlah peta pikiran Anda dengan hal-hal yang menarik.
5).        Garis bawahi kata itu atau gunakan huruf bercatak miring atau tebal.
6).        Bersiaplah untuk menjadi kreatif dan berani.
d.         Lakukan sendiri dan jangan takut salah atau jelek, gunakan sebanyak mungkin gambar yang memang membantu pemahaman Anda sendiri. Dapat Anda lakukan dengan cara:
            1).        Gunakan bentuk-bentuk acak untuk gagasan sendiri.
2).        Buatlah peta konsep secara horizontal, agar dapa ruang bagi gagasan Anda.
            Adapun cara pengajaran peta konsep dapat juga dilakukan secara klasikal, bila menggunakan konsep ini perlu disajikan dengan metode tugas kerja kelompok. Adapun contoh langkah-langkanhya adalah sebagai berikut:
1).        Guru melakukan apresiasi dengan petanyaan pada materi model-model pembelajaran.
2).        Gunakan pertanyaan tentang dimensi-dimensi atau cakupan materi dari model-model pembelajaran.
3).        Sambil bertanya, guru mencoba mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep.
4).        Perbaiki peta konsep yang belum terstruktur.
5).        Setelah gambar peta konsep jadi di papan tulis, guru meminta siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi yang ada.
6).        Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian sisiwa melakukan kerja kelompok untuk membuat peta konsep. Untuk itu diberikan batas waktu misalnya 10-15 menit. Jika siswa sudah terbiasa membuat peta konsep, sisiwa sudah dapat ditugaskan secara individu atau kelompok kecil.
7).        Selama siswa menyusun peta konsep, guru berkeliling untuk memberikan penjelasan jika ada kelompok yang bertanya.
8).        Guru meminta siswa untuk membuat matrik konsep pengelompokkan dan atributnya.
9).        Setelah selesai wakil-wakil kelompok diperintahkan untuk maju mempresentasikan, sementara elompok lain diberikan kesempatan untuk menanggapi dan memberikan masukan.
10).      Jika diperlukan, guru memberikan penjelasan tentang materi yang belum dipahami siswa.
11).      Berikan masukan terhadap hasil pekerjaan siswa.
12).      Berikanlah siswa untuk memberikan masukan terhadap cara pebelajaran guru sebagai evaluasi untuk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
2.         Teknik Memori
a.         Teknik memori adalah teknik memasukkan informasi kedalam otak sesuai dengan cara kerja otak. Dalam teknik ini diperlukan meningkatkan efektivitas dan efisiensi otak dalam menyerap dan menyimpan informasi. Daya ingat dapat ditingkatkan dan otak suka dengan hal yang bersifat:
            1).        Berlebihan/ tidak masuk akal.
            2).        Penuh warna.
            3).        Melibatkan emosi.
            4).        Melibatkan irama atau musik.
            5).        Tindakan aktif.
            6).        Gambar tiga dimensi dan hidup.
7).        Menggunakan asosiasi.
8).        Imajinasi.
9).        Humor.
10).      Simbol.
11).      Nomor dan urutan.
b.         Teknik memori memiliki hambatan yaitu orang tua atau guru menganggap konyol jika kita berpikir tidak masuk akal. Namun cara ini dangat efektif karena otak kita menyimoan gambar dan makna. Dalam teknik ini dapat dibedakan menjadi:
1.)        Melatih imajinasi
Sekarang coba Anda lakukan sambil menutup mata, coba bayangkan dalam pikiran Anda hal-hal berikut ini:
a)      Bayangkan sebuah baju kaos tanpa kerah, berwana merah dan mempunyai satu saku dibagian tengah.
b)      Sekarang bayangkan baju kaos ini membesar sampai lima kali dari ukuran semula.
c)      Bayangkan baju kaos ini mempunyai kepala, kaki dan tangan.
d)     Bayangkan abju kaos ini mengajak Anda berbicara, berkenalan dengan Anda.
e)      Bayangkan Anda mendengar baju kaos itu berkata “Hai... Pak Dosen apakabar hari ini?, senang berkenalan dengan Anda, siapa nama Anda?. Jika kita dapat melatih imajinasi berarti otak kanan aktif dengan baik. Untuk mencapai hasil yang maksimal perlu memberdayakan dan menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan kanan.
2.         Teknik rantai kata
            Teknik ini menggunakan cara menyambung ataumerantai kata menjadi cerita yang mudah kita hafalkan. Syarat yang harus dilakukan dalam pembuatan crita pendek adalah:
a)      Buatlah cerita yang berisi aksi atau tindakan.
b)      Hindari perubahan bentuk karena akan mengacaukan urutan kata yang dihafal dan kurang menarik bagi otak.
c)      Jangan menambah objek lain.
d)     Buat cerita yang sependek mungkin karena akan semakin baik dan efektif.
e)      Bayangkan gambar dari objek cerita.
Teknik ini adalah melatih merangkai membuat kalimat/ cerita dari kata-kata yang sudah ada. Contoh semesta, variabel, konstanta, fungsi dan persamaan.
3.         Teknik plesetan kata
            Teknik plesetan kata yaitu menggantikan kata sulit yang ingin kita hafal dengan kata yang lain yang bunyinya mirip atau lucu.
4.         Sistem pasak lokasi.
            Sistem pasak lokasi yaitu teknik mengakses dan mengaktifkan memori semantik dan episodik, saat berusaha menghafal maka yamg aktif adalah memori semantik. Informasi ang kita dapat kemudian digantungkan pada posisi yang berati mengaktifkan beberapa memori episodik. Dalam memilih lokasi seharusnya lokasinya sudah dikenal agar tidak salah mengingat apa yang masuk dalam memori. Jumlah lokasi tergnatung pada kata yang dihafal. Untuk menentukan kekuatan informasi pada memori tergantung pada dua hal:
a)      Sebarapa baik Anda menentukan alur lokasi.
-          Seberapa banyak visualisasi yang telah dilakukan, misalnya Anda meminta kepada siswa untuk menghapal nama hewan yang dilindungi di Indonesia seperti Bangau Hitam, Biawak, Kepodang, Harimau Sumatera, Komodo, Kakak Tua Raja, Orang Utan dan Jalak Putih. Karena ada delapan data, maka membutuhkan delapan lokasi yang berguna mempermudah siswa dalam menghapalnya. Misalnya lokasinya di rumah dan sekitarnya, dapat langsung di masukkan data tersebut ke dalam kalimat yang menyangkut rumah dan sekitarnya. Untuk lebih lengkapnya yakni jalan di depan rumah, pintu pagar rumah, halaman depan rumah, pintu masuk utama, ruang tamu, tembok diruang tamu, ruang keluarga dan halaman belakang rumah.
Untuk itu Anda harus memberikan penjelasan kepada siswa untuk membayangkan hal berikut ini ketika pulang kerumah. Dalam proses masuk kerumah, maka akan membayangkan hal berikut:
-          Bayangkan ada seekor Bangau Hitam yang berdiri di jalan depan rumah.
-          Pada pintu pagar rumah ada seekor biawak.
-          Dihalaman depan rumah hinggap seekor Kepodang
-          Saat mau masuk kerumah di jaga oleh Harimau Sumatera yang sedang mengaum.
-          Di ruang tamu ada miniatur berbentuk Komodo.
-          Di tembok ruang tamu ada lukisan burung Kakak Tua Raja.
-          Di belakang rumah ada Orang Utan dan Jalak Putih.
5.         Teknik Akrostik ( Jembatan Keledai )
            Teknik Akrostik adalah teknik menghafal dengan mengambil huruf depan dari materi yang ingin diingat dan kemudian digabungkan hingga menjadi singkatan atau kata atau kalimat yang lucu dan unik.
Misalnya:  -     Mejikuhibiniu ( Merah, Jingga, Kuning, Biru, Nila dan Ungu ).
-          Bajuditoqo ( Ba, Jim, Dal, Tho dan Qof ), merupakan huruf qolqolah.
-          Cewek sinting genit senang pelembungan, ( C, Si, Gn, Sn dan Pb) merupakan nama-nama senyawa unsur kimia golongan IV A.

I.       Kerangka Rancangan Belajar Quantum Learning
1.         Tumbuhkan
            Tumbuhkan minat, motivasi, empati, simpati dan harga diri dengan memuaskan dan menjelaskan manfaatnya bagi siswa.
2.         Alami
            Hadirkan pengalaman umum yang dapat dimengerti dan dipahami semua siswa.
3.         Namai
            Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus dan strategi sebuah masukan.
4.         Demonstrasikan
            Sediakan bagi siswa untuk menunjukkan bahwa mereka tahu dan ingat setiap siswa memilki cara yang berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan.
5.         Ulangi
            Tunjukkan siswa cara-cara mengulang materidan menegaskan “ Aku tahu dan memang tahu ini ”. Sekaligus berikan kesimpulan.
6.         Rayakan
            Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan.
Contoh Skenario Model Quantum Learning
Kegiatan Pendahuluan:
1.      Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan pada materi model-model pembelajaran.
2.      Memberikan pertanyaan kepada siswa tentang cakupan materi model-model pembelajaran.
Kegiatan Inti:
1.      Mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep.
2.      Memperbaiki peta konsep yang belum terstruktur.
3.      Setelah peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub meteri.
4.      Menjadi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa kerja kelompok untuk membuat peta konsep.
5.      Guru keliling untuk memberi penjelasan jika ada kelompok yang bertanya jika selama siswa menyusun peta konsep.
6.      Wakil-wakil kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya, semetara itu kelompok lain diberi kesempatan untuk memberi tanggapan dan masukan.
7.      Menjelaskan tentang materi yang belum dipahami siswa.
Kegiatan Penutup:
1.      Memberikan masukan tentang hasil pekerjaan siswa.
2.      Protest.
3.      Memberi kesempatan kepada siswa untuk memberikan masukan  tentang cara pembelajaran yang dilakukan guru sebagai evaluasi untuk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.[6]

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Quantum Learning adalah suatu model pembelajaran yang mnekankan pada pemberian sugesti dan dituntut mempu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan serta efektif. Quantum Learning dapat memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan dengan upaya yang normal dan dibarengi dengan kegembiraan.
            Kelebihan dari penggunaan quantum learning adalah membiasakan siswa untuk melatih kreativitas sehingga siswa dapat menciptakan suatu produk kreatif yang dapat bermanfaat bagi diri dan lingkungannya, emosi sangat diperlukan untuk menciptakan motivasi belajar yang tinggi. Motivasi yang tinggi dapat menambah kepercayaan diri siswa, sehingga siswa tidak ragu dan malu serta mau mengembangkan potensi-potensi yang terdapat dalam dirinya.
            Kekurangan dari penggunaan metode quantum learning adalah penggunaan waktu dalam pembelajaran membutuhkan banyak pengalaman, waktu yang lama dan sulit untuk mengidentifikasi keterampilan siswa.
            Adapun prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi “bawalah dunia mereka ( siswa ) kedalam dunia kita ( pengajar ). Selain prinsip quantum learning mempunyai manfaat akan membentuk sikap yang positif, menimbulkan motivasi, keterampilan belajar seumur hidup, menumbuhkan rasa kepercayaan diri dan manfaat yang selalu diinginkan oleh semua orang adalah mendapatkan kesuksesan.





DAFTAR PUSTAKA

Bobbi DePorter & Mike Hernacki, Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan,( Bandung: Kaifa, Cetakan ke VII 2000)
Bobbi Deporter & Mike Hernacki, Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan,(Bandung: Kaifa, Cetakan ke XXIX Agustus 2011)



[1]Bobbi Deporter & Mike Hernacki, Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan,(Bandung: Kaifa, Cetakan ke XXIX Agustus 2011), hlm.15-16
[4]DePorter & Hernacki dalam Alwiyah Aburrahma, Quantum Learning,(Bandung:Kaifa, Cetakan ke VII 2000),hlm.14
[5]Bobbi DePorter & Mike Hernacki, Quantum Learning ( Bandung: Kaifa, Cetakan ke VII 2000), hlm.17